Aktualisasi Hijrah di Zaman Modern

Aktualisasi Hijrah di Zaman Modern

Salatiga – Marilah kita meningkatkan taqwa kita kepada Allah SWT, Taqwa dalam arti untuk mengamalkan setiap yang diperintahkannya yakni dengan melaksanakan ibadah sholat Jumat berjamaah, di Masjid At Taqwa Korem. Jumat. (28/07/2023).

Khutbah Jumat yang dipimpin oleh Ust K. Tahrisul Muntaha dengan mengusung tema “Aktualisasi Hijrah di Zaman Modern”. Sholat Jumat berjamaah diikuti oleh prajurit, PNS Korem 073/Makutarama dan warga sekitar Makorem.

Awal tahun baru Hijriah ini selayaknya dapat digunakan sebagai momentum bagi umat Islam untuk melakukan perenungan, dengan melakukan muhasabah dan dzikir, untuk mengingat Allah SWT dan menghitung amal kebaikan selama satu tahun yang lalu,”ucap Tahrisul Muntaha melalui khutbahnya .

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta derasnya arus informasi yang melanda umat manusia dewasa ini, di satu sisi dapat menimbulkan dampak positif dan memberikan manfaat, di sisi lain yang tidak kalah dahsyatnya adalah ekses negatif yang dapat merusak dan menghancurkan nilai-nilai dan norma kehidupan.

Kasus kejahatan seperti pembunuhan, pemerkosaan, perzinahan, terjadi hampir setiap hari, sebagaimana yang tergambar dalam pemberitaan yang massif di media massa.

Oleh karena itu, kita harus bijak dan cerdas, agar dapat memanfaatkan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi secara berdaya guna dan berhasil guna serta mampu mengeliminir ekses-ekses negatif yang ditimbulkannya,”ucapnya.

Peringatan tahun baru Hijriah di era modernisasi yang dapat kita ambil hikmahnya, Pertama : Hijrah bagi individu merupakan gerakan penyadaran diri agar segala aktivitas yang dilakukan hanya semata-mata karena Allah.

Kedua : Peristiwa Hijrah dapat dijadikan simbol akan rasa persaudaraan dan persatuan, sebagaimana yang ditunjukkan dua kelompok besar yang dapat bersatu dan saling tolong menolong antara kaum Muhajiri dan Kaum Ansor.

Peristiwa Hijrah juga memberikan teladan bagi kita untuk membangun masyarakat beradab, toleran, dan dinamis sebagaimana yang dicontohkan Nabi Muhammad SAW ketika membangun masyarakat di Madinah.

(Penrem 073/Makuatarama)