Danrem 073/Mkt Ikuti Apel Dansat Tingkat Kodam IV/Diponegoro
Magelang - Danrem 073/Makutarama Kolonel Inf Ari Prasetya, S.E., M.Han. mengikuti Rangkaian Kegiatan AKS (Apel Komandan Satuan) tingkat Kodam lV/Diponegoro TH 2024 yang dipimpin oleh Pangdam lV/Diponegoro Mayjen TNI Deddy Suryadi S.I.P,. MSi dengan tema "Melalui Apel Dansat TNI AD Tersebar Kita Tingkatkan Profesionalisme Prajurit Guna Mewujudkan Pertahanan Yang Tangguh Untuk Indonesia Maju" di Rindam lV/Diponegoro Jalan Kesatrian Lor Kota Magelang Jawa Tengah. Selasa (21/5/2024)
Dalam kegiatan tersebut beberapa materi pembekalan diberikan mulai dari profil masing - masing Komandan Satuan (Dansat), operasi dan latihan, peningkatan kesejahteraan prajurit, pembinaan personel dan pembinaan teritorial serta beladiri taktis.
Pangdam IV/Dip dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat datang dan berharap agar para Dansat menyerap materi guna memberikan kontribusi positif dan bermanfaat bagi satuan.
“Saya selaku Panglima Kodam IV/Diponegoro, saya mengucapkan selamat datang kepada para peserta Apel Dansat di Ksatrian Bela Negara Rindam IV/Diponegoro ini. Saya berharap kehadiran para peserta tidak sekedar melaksanakan perintah semata, namun kegiatan apel Dansat ini harus didasari tekad dalam menyerap materi guna memberikan kontribusi positif dan bermanfaat bagi satuan’, kata Pangdam.
“Mengingat pentingnya kegiatan ini, saya berpesan agar para peserta dapat memanfaatkan waktu yang singkat ini untuk berdiskusi tentang perkembangan dunia militer terkini dan sharing pengalaman guna menambah wawasan dalam mendukung tercapainya tugas pokok”, imbuh Pangdam.
Dalam kesempatan yang sama Kepala LKPP RI Dr. Hendrar Prihadi, S.E., M.M. memberikan gambaran strategi ekonomi china melalui Program "Made In China 2025 salah satunya fokus pada penguatan ekosistem bisnis pada tahun 2015 made in china mulai dicanangkan oleh pemerintah Tiongkok, pada tahun 2020 menargetkan peningkatan kandungan dalam negeri produk Tiongkok menjadi 40%, dan pada tahun 2025 menargetkan kandungan dalam negeri produk Tiongkok menjadi 70% dan Indonesia jauh lebih dulu mencananagkan hal tersebut dengan Revolusi mental yang dikampanyekan Presiden RI Ir. H. Joko Widodo tahun 2014. Salah satunya fokus meningkatkan penggunaan produk dengan komponen dalam negeri sebesar-besarnya dalam Program Gerakan Indonesia Mandiri. (Penrem073Mkt)


