Khutbah Jumat, “Jangan Sampai Ada Perilaku LGBT di Lingkungan Prajurit dan PNS”

Khutbah Jumat, “Jangan Sampai Ada Perilaku LGBT di Lingkungan Prajurit dan PNS”

Salatiga – Prajurit, PNS Korem 073/Makutarama dan warga sekitar melaksanakan ibadah sholat Jumat berjama’ah, di Masjid At Taqwa Korem. Jumat. (22/09/2023).

Diawal khutbahnya, Khatib Ustad Eko Tri mengajak para Jama’ah untuk meningkatkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT, dengan melaksanakan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Khutbahnya dengan tema “Jangan Sampai Ada Perilaku LGBT di Lingkungan Prajurit dan PNS”.

Perbuatan kaum LGBT (Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender) ini mengingatkan kita tentang peristiwa yang terjadi di masa Nabi Luth.

Mereka adalah penduduk Sodom. Nabi Luth terus mendakwahi mereka tanpa henti. Setelah seruan dan nasihat yang disampaikan Nabi Luth AS tidak dihiraukan, maka turunlah perintah Allah SWT untuk meninggalkan negeri Sodom.

Mereka meninggalkan rumah sebelum tiba waktu Subuh. Begitu Nabi Luth AS melangkah keluar dari perbatasan dan di waktu matahari terbit, bergetarlah bumi dengan dahsyatnya.

“Dengan gempa dahsyat, bahkan bumi tempat kaum Sodom berada dibolak-balik oleh Allah. Tidak hanya itu, turun pula azab berupa angin yang berhembus kencang disertai batu-batu api yang mengenai kepala mereka. Tidak ada seorang pun dari penduduk Sodom yang selamat,”ucap Ustad Eko melaui khutbahnya.

Perbuatan LGBT menyimpang dari empat norma sosial. Pertama, menyalahi norma susila. Norma susila adalah aturan hidup yang berlandaskan pada hati nurani kita sebagai manusia.

Kedua, melanggar norma hukum, perbuatan kaum LGBT bertentangan dengan aturan dari negara, apalagi dari tuntunan agama.

Ketiga, melanggar norma kesopanan, sudah barang tentu perbuatan penyuka sesama jenis menyalahi norma kesopanan.

Keempat, melanggar norma agama, tidak ada satu pun agama yang mentolerir perkawinan sejenis. Apalagi agama Islam, sangat melarang perilaku menyimpang seperti LGBT.

Semua agama di Indonesia memiliki sikap yang sangat tegas dan jelas, bahwa hubungan sesama jenis melanggar norma agama.

Itulah salah satu tanda kekuasaan Allah. Peristiwa ini harus kita jadikan sebagai pelajaran, untuk tidak melakukan, mengkampanyekan, memberi dukungan moral, terhadap kekejian seperti yang dilakukan oleh penduduk Sodom yang mengundang murka Allah SWT,”ucapnya diakhir khutbah.

(Penrem 073/Makutarama)