Khutbah Jumat, Lettu Czi Imam Mawardi : Makna Hijrah dan Tahun Baru Islam
Salatiga – Untuk mingkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT, prajurit dan PNS Korem 073/Makutarama serta warga sekitar Makorem melaksanakan ibadah sholat Jumat berjamaah, di Masjid At Taqwa Korem. Jumat. (21/07/2023).
Mengawali ibadah pada siang ini marilah senantiasa kita memanjatkan puji dan syukur kehadirat Allah SWT, atas segala rahmat, nikmat dan karunia-Nya, Sholawat dan salam semoga senantiasa tercurahkan kepada junjungan kita Nabi besar Muhammad SAW, beserta keluarga, sahabat dan seluruh pengikutnya sampai hari kiamat kelak.
Khutbah Jumat yang dipimpin oleh Al Ustadz Lettu Czi Imam Mawardi dari Bintal Korem 073/Makutarama dengan tema “Makna Hijrah dan Tahun Baru Islam”.
“Marilah kita tingkatkan iman dan taqwa kepada Allah SWT, dengan melaksanakan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Jangan sampai kita meninggal kecuali dalam keadaan memeluk agama Islam,”ucap Lettu Czi Imam Mawardi melaui khutbahnya.
Alhamdulillah, tidak terasa kita sudah memasuki bulan Muharam 1445 H yang berarti kita telah meninggalkan tahun 1444 Hijriah. Berbagai acara dan tradisi lokal melaksanakan ritual untuk menyambut tahun baru Islam tersebut.
“Barang siapa yang hari ini lebih baik dari hari kemarin, maka ia beruntung dan barang siapa yang hari ini sama dengan hari kemarin, maka ia rugi dan barang siapa yang hari ini lebih buruk dari hari kemarin, maka ia celaka,”ucapnya.
Kita hendaknya tafakkur, merenungkan perilaku kita masa yang lalu pada tahun yang segera kita tinggalkan. Kita perbaharui tekad untuk meningkatkan kwalitas iman dan taqwa kita kepada Allah SWT serta meningkatkan kinerja kita untuk memperbaiki tarap hidup yang lebih baik dan sejahtera pada tahun baru Islam 1445 H yang telah tiba.
Pergantian tahun itu sebagai sunatullah dari pergerakan dan perputaran alam antara planet Bumi, Matahari dan Bulan. Planet yang terus berputar jangan sampai membuat aqidah, iman dan Islam kita ikut berputar.
Keimanan kita kepada Allah SWT haruslah tetap lurus (hanif) bersih terhindar dari segala bentuk kemusyrikan dan kesesatan.
(Penrem 073/Makutarama)


