Korem Makutarama Gelar Upacara Hari Kelahiran Pancasila
Salatiga, Danrem 073/Makutarama Kolonel Inf Joni Pardede S.Sos, M.M bertindak sebagai Inspektur Upacara pada Peringatan Hari Kelahiran Pancasila, Kamis (1/6/2017) yang digelar di Lapangan Apel Makorem Salatiga.
Dalam upacara tersebut bertindak sebagai Komandan Upacara Pasilog Korem Mayor Inf M Chabibi, selaku perwira upacara Lettu Inf Joko.
Danrem 073/Makutarama dalam membacakan sambutan tertulis Presiden Republik Indonesia H.Ir Joko Widodo mengatakan bahwa, Pancasila merupakan hasil dari satu kesatuan proses yang dimulai dengan rumusan Pancasila tanggal l Juni 1945 yang dipidatokan lr. Sukarno, Piagam Jakarta tanggal 22 Juni 1945, dan rumusan final Pancasila tanggal 18 Agustus 1945. Adalah jiwa besar para founding fathers, para ulama dan pejuang kemerdekaan dari seluruh pelosok Nusantara sehingga kita bisa membangun kesepakatan bangsa yang mempersatukan kita. Kodrat bangsa lndonesia adalah keberagaman. Takdir Tuhan untuk kita adalah keberagaman. Dari Sabang sampai Merauke adalah keberagaman. Dari Miangas sampai Rote adalah juga keberagaman. Berbagai etnis, bahasa, adat istiadat, agama, kepercayaan dan golongan bersatu padu membentuk lndonesia. ltulah kebhinneka tunggal ika-an kita.
Namun, kehidupan berbangsa dan bernegara kita sedang mengalami tantangan. Kebinekaan kita sedang diuji. Saat ini ada pandangan dan tindakan yang mengancam kebinekaan dan keikaan kita. Saat ini ada sikap tidak toleran yang mengusung ideologi selain Pancasila. Masalah ini semakin mencemaskan tatkala diperparah oleh penyalahgunaan media sosial yang banyak menggaungkan hoax alias kabar bohong”, ungkapnya.
Pada kesempatan tersebut, Presiden Republik Indonesia mengajak peran aktif para ulama, ustadz, pendeta, pastor, bhiksu, pedanda, tokoh masyarakat, pendidik, pelaku seni dan budaya, pelaku media, jajaran birokrasi, TNI dan Polri serta seluruh komponen masyarakat untuk menjaga Pancasila. Pemahaman dan pengamalan Pancasila dalam bermasyarakat, berbangsa dan bernegara harus terus ditingkatkan. Ceramah keagamaan, materi pendidikan, fokus pemberitaan dan perdebatan di media sosial harus menjadi bagian dalam pendalaman dan pengamalan nilai-nilai Pancasila.
Komitmen pemerintah untuk penguatan Pancasila sudah jelas dan sangat kuat. Berbagai upaya terus kita lakukan. Telah diundangkan Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2017 tentang Unit Kerja Presiden Pembinaan ldeologi Pancasila. Bersama seluruh komponen bangsa, lembaga baru ini ditugaskan untuk memperkuat pengamalan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, yang terintegrasi dengan program-program pembangunan. Pengentasan kemiskinan, pemerataan kesejahteraan dan berbagai program lainnya, menjadi bagian integral dari pengamalan nilai-nilai Pancasila.
“Sekali lagi,
jaga perdamaian, jaga persatuan, dan jaga
persaudaraan di antara kita. Mari kita saling
bersikap santun, saling menghormati, saling
toleran, dan saling membantu untuk kepentingan
bangsa. Mari kita saling bahu-membahu, bergotong
royong demi kemajuan lndonesia”.
Namun demikian, kita juga harus waspada terhadap
segala bentuk pemahaman dan gerakan yang tidak
sejalan dengan Pancasila. Pemerintah pasti bertindak
tegas terhadap organisasi-organisasi dan gerakan-gerakan
yang Anti Pancasila, Anti-UUD 1945, Anti-NKRl,
Anti-Bhrnneka Tunggal Ika. Pemerintah pasti
bertindak tegas jika masih terdapat paham dan
gerakan komunisme yang jelas-jelas sudah dilarang di
bumi lndonesia.
Selamat Hari Lahir Pancasila. Kita lndonesia, Kita Pancasila.
Semua Anda lndonesia, semua Anda Pancasila. Saya
lndonesia, saya Pancasila.
Hadir dalam upacara Hari Lahir Pancasila, Kasrem 073/Mkt, para Dan/Kasatdisjan Rem 073, seluruh prajurit dan PNS Makorem salatiga dan Disjanrem. (Penrem 073/Mkt)


