Langkah Kemanusiaan dari TNI : Awali Karya Bakti, Danrem 073/Makutarama Resmikan Rehab Panti Asuhan Masithoh
Salatiga, 10 April 2025 – Udara pagi di Jalan Cempaka, Kelurahan Sidorejo Kidul, Kecamatan Tingkir, terasa lebih hangat dari biasanya. Bukan karena terik matahari, tapi karena hangatnya kepedulian dan semangat gotong royong yang membuncah dari halaman Panti Asuhan Masithoh. Di hari itu, sebuah langkah penuh makna dimulai—Karya Bakti Rehabilitasi Panti Asuhan Masithoh, sebuah wujud nyata kepedulian TNI terhadap masa depan generasi penerus bangsa.
Dalam suasana sederhana namun khidmat, acara selamatan digelar sebagai penanda dimulainya program rehab yang diresmikan langsung oleh Komandan Korem 073/Makutarama, Kolonel Inf Ari Prasetya, S.E., M.Han. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kasrem 073/Mkt, para Kasi dan Pasi Korem 073/Mkt, Dandim dan Kasdim serta Perwira Kodim 0714/Salatiga. Tidak ketinggalan, Ketua Pondok Pesantren dan pengurus Panti Asuhan Masithoh, serta para rekanan dari BRI Cabang Salatiga juga ambil bagian dalam momen bersejarah ini.
Dalam sambutannya, Danrem menekankan bahwa Karya Bakti TNI bukan sekadar proyek fisik, tetapi juga perwujudan nilai-nilai luhur bangsa: kemanusiaan, kebersamaan, dan gotong royong. Ia menyebutkan bahwa anak-anak di Panti Asuhan Masithoh adalah harapan masa depan bangsa yang patut tumbuh dalam lingkungan yang sehat dan aman.
“Saya percaya, anak-anak di Panti Asuhan Masithoh ini adalah generasi penerus bangsa. Sudah sepatutnya kita memberikan perhatian lebih agar mereka dapat tumbuh dalam lingkungan yang layak dan penuh harapan,” ujar Kolonel Ari Prasetya.
Dengan mengucap Bismillahirrahmanirrahim, Danrem 073/Mkt secara resmi memulai kegiatan rehab yang akan mencakup 11 titik penting di area panti, meliputi kamar mandi mushola, plafon dan keramik dapur, keramik tangga, boven kamar tidur santri putri, renovasi area bermain anak, pengecatan aula dan tembok luar, pengecoran halaman, pembuatan pintu gerbang, pengecatan plafon aula.
Kegiatan ini menjadi simbol kuat kolaborasi antara TNI, lembaga sosial, dan mitra swasta dalam menciptakan perubahan positif di tengah masyarakat. Sebuah sinergi nyata yang tidak hanya membangun fisik, tetapi juga membangun harapan dan masa depan.
Danrem menutup sambutannya dengan ajakan : “Keberhasilan kegiatan ini tidak hanya tergantung pada TNI semata, tetapi pada kolaborasi semua pihak. Inilah kekuatan utama bangsa kita—semangat gotong royong.”
Hari itu, bukan hanya bangunan yang akan direnovasi. Tapi juga semangat anak-anak yang kembali diperkuat, harapan yang diperbarui, dan cinta kasih yang disemai. Di Panti Asuhan Masithoh, masa depan sedang dibangun—batu demi batu, doa demi doa. (Penrem073Mkt/N99)


