Prajurit, PNS serta Warga Sekitar Korem 073/Makutarama Laksanakan Ibadah Sholat Jumat

Prajurit, PNS serta Warga Sekitar Korem 073/Makutarama Laksanakan Ibadah Sholat Jumat

Salatiga – Prajurit dan PNS Korem 073/Makutarama serta warga sekitar Makorem melaksanakan ibadah sholat Jumat berjamaah, di Masjid At Taqwa Korem. Jumat. (13/10/2023).

Khutbah Jumat yang dipimpin oleh Gus M. Taufik Zam-Zami., S.H.I., M.A. dari UIN Salatiga dengan menggangkat tema “Agar Mencintai dan Dicintai Rasulullah SAW”

“Marilah kita tingkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT dengan cara melaksanakan segala perintah-Nya dan menjahui segala larangan-Nya,”ucap Gus M. Taufik Zam-Zami diawal khutbahnya.

Bulan Rabi’ul Awal kita memperingati peristiwa penting kelahiran manusia sempurna pilihan Allah sebagai rahmat bagi seluruh alam, yakni Nabi Muhammad SAW. Mengingat dalam arti mempelajari sejarah perjuangannya dalam mendakwahkan agama Islam, meneladani kebaikan-kebaikan akhlaknya, dan mengikuti sunnah-sunnah serta memperbanyak bacaan shalawat atasnya.

Agar kita semua termasuk orang-orang yang selalu mencintai dan dicintai oleh Rasulillah SAW dan akan mendapatkan syafaatnya di dunia sampai di akhirat kelak,”ucap Gus M. Taufik Zam-Zami.

Jumat ini adalah dipenghujung bulan yang sangat mulia. Bulan di mana lahir manusia pilihan Allah sebagai utusan di muka bumi, yakni Muhammad bin Abdullah, beliau bukan hanya diutus untuk kalangan bangsa Arab saja, namun seluruh manusia bahkan alam semesta.

Bahwa Rasulullah Muhammad SAW bukan sekadar membawa rahmat bagi seluruh alam namun justru kepribadian beliaulah yang menjadi rahmat. Begitu mulianya sifat Rasulullah Muhammad, sehingga Allah SWT menyebutkan dengan pujian yang sangat agung.

Kemuliaan sifat Rasulullah tercermin dalam cara beliau berdakwah, sehingga Islam dikenal sebagai agama yang mengajarkan kemaslahatan dunia dan akhirat, mengajarkan untuk saling menghargai, saling menolong, menjaga persaudaraan dan perdamaian.

Para sahabat telah membuktikan kecintaanya terhadap Rasulullah secara nyata. Pertama, Ali Bin Abi Thalib menggantikan Rasulullah saat pengepungan oleh kaum Quraisy pada saat Rasulullah hendak hijrah.

Kedua, berkaitan dengan peristiwa Isra Mi’raj. Ketika tidak ada satupun orang yang percaya kepada Rasulullah telah diisra mi’rajkan, Abu Bakar Ash-Shidiq lah orang yang pertama kali meyakini akan kebenaran tersebut.

Ketiga, Umar Bin Khattab tidak rela Rasulullah dikabarkan telah meninggal, sehingga siapapun yang berani mengatakan berita itu akan dipenggal kepalanya oleh beliau.

Keempat, Umu Sulaym mengumpulkan keringat Rasulullah dan diabadikan.

“Orang yang paling berhak mendapatkan syafa’atku di hari kiamat adalah orang yang paling banyak bersholawat kepadaku,”ungkap Gus M. Taufik Zam-Zami di akhir khutbahnya.

(Penrem 073/Makuatarama)